Kamis, 09 Mei 2019

GURU MILENIAL ...GURU JAMAN NOW


         Pendidik / Guru  memiliki makna universal, tidak sebatas yang ada di sekolah formal.  Tetapi Pendidik bermakna sebagai seseorang yang mengajarkan ilmu dan menuntun kepada kebaikan seperti guru ngaji, guru les, guru silat, ustaz, dosen, kiai/ulama dan sebagainya.

Di dalam Islam, Pendidik memiliki banyak keutamaan,  seperti menurut sebuah hadis yang menyebutkan :

"Sesungguhnya Allah, para malaikat dan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, sampai semut yang ada di liangnya dan juga ikan besar, semuanya bershalawat kepada muallim (orang yang berilmu dan mengajarkannya) yang mengajarkan kebaikan kepada manusia
(HR. Tirmidzi). 

Mengapa Pendidik diposisikan sebagai profesi yang begitu mulia? Karena Pendidik adalah seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah SWT dan dengan ilmunya itu dia menjadi perantara manusia yang lain untuk mendapatkan, memperoleh serta menuju kebaikan baik di dunia ataupun di akhirat.
Selain itu, Pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga mendidik muridnya untuk menjadi manusia beradab.Pendidik adalah seseorang yang mengabdikan dirinya untuk menyebarkan ilmu sebanyak-banyaknya tanpa adanya sebuah batasan kecuali ilmu yang bertetangan dengan hukum.
Sampai sekarang, Pendidik itu tetap menjadi profesi mulia. Pendidik adalah profesi yang mengabdikan diri buat mencerdaskan bangsa. Cuma orang-orang yang peduli dengan pendidikan dan terpanggil jiwanya saja yang mau mengabdikan diri sebagai seorang Pendidik.Apalagi tanggung jawabnya juga tidak   main-main.Inilah yang jadi alasan untuk “kaum  millennial yang keren” yang mau jadi Pendidik.
Menjadi seorang Pendidik tentu sangatlah mudah bukan? Akan tetapi pekerjaan tanpa dilandasi sebuah pengetahuan dan pengalaman akan kurang berkesan. Jika pengetahuan dan pengalaman seimbang, maka semuanya akan berjalan sesuai tujuan dan pencapaian pembelajaran.
Dalam pembelajaran anak usia dini mungkin akan sedikit menguras tenaga seorang pendidik. Bagaimana tidak! Merawat atau mendidik anak sendiri terkadang kita kewalahan , apalagi dengan anak orang yang harus di didik dan dibimbing supaya bisa dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya?. Ingin marah, tapi anaknya orang, diberitahu tidak nurut, bertingkah macam macam yang menguras kesabaran.  Belum lagi tuntutan orang tua yang ingin anaknya mendapat hasil yang maksimal padahal  minim kerjasama. Pemikiran ini pasti sering terjadi kepada Pendidik yang belum mempunyai landasan atau prinsip mengajar yang sebenarnya. Hidup saja harus punya tujuan dan prinsip, bagaimana dengan mengajar?




Apa saja karakter yang wajib  dimiliki “Pendidik Milenia Jaman Now” ? 

1.  SUKA  TANTANGAN DAN SIAP BELAJAR
Ia selalu menyukai setiap tantangan dalam mendampingi anak didiknya. Ada kepuasan tersendiri apabila setiap kesulitan dapat di urai menjadi sebuah keberhasilan hingga anak didiknya mencapai target yang diharapkan.  Terus mencari ilmu untuk  menambah wawasan dan pengetahuan dan ingin selalu menjadi manusia yang lebih baik.
Seorang guru  akan selalu memiliki cita-cita dan harapan yang baru. Hal ini akan memacunya menjadi manusia yang semakin berkualitas. Sehingga dengan semakin meningkatnya kualitas yang ia miliki, ia akan semakin memiliki banyak kesempatan untuk berbagi ilmu kepada anak-anak didiknya. Ia gemar meluangkan waktu untuk membaca buku, mengikuti seminar-seminar, mengikuti pelatihan-pelatihan, dan mau belajar dari guru yang lebih berpengalaman.
                                                         
2.  PANDAI MEMBAWA DIRI
Ia  harus pandai membawa diri dengan memiliki karakter yang santun dan  ramah. Dengan karakter yang baik maka patut menjadi contoh dan teladan bagi anak didiknya.Tidak hanya itu saja, penampilan dalam berbusana harus juga di perhatikan.Bukan berarti lantas seorang guru harus berpenampilan glamuor dengan baju mewah, perhiasan mencolok dan dandanan yang berlebihan. Baju dan kerudung yang rapi, bersih, sederhana dengan kuku tangan yang selalu terpotong rapi,  wajah yang selalu ceria akan menjadikan anak didikpun merasa nyaman dan akan  menular kan segala kulitas dirinya pada anak didiknya. 
Dalam mengasuh Anak Didik, Ia hendaknya juga mampu bekerjasama dengan orang tua melalui interaksi yang baik, saling memberikan informasi tentang kodisi dan situasi setiap siswa baik di sekolah maupun di rumah. Penggunaan bahasa yang baik, keterbukaan dalam penyampaian informasi akan sangat membantu bagi perkembangan belajar anak didik.

3.  MEMPERSENJATAI DIRI DENGAN PERSIAPAN MENGAJAR
Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak didiknya. Sehingga saat dia mendapatkan kesempatan mengajar, ia akan melakukan persiapan dengan baik. Pentingnya Kurikulum Tahunan, pembuatan RPPM (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  Mingguan), RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  Harian) dan persiapan materi kegiatan  sebagai senjata mengajar bagi seorang Pendidik  tidak pernah  disepelekan karena ia tidak ingin kesempatan mengajarnya menjadi tak punya tujuan dan tak bermakna
Ia selalu ingin agar anak-anak didiknya mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Tidak hanya persiapan materi pelajaran, persiapan fisik dan batin juga sangat penting baginya.Ia akan serius mengamati dan menilai setiap detail kegiatan pada setiap anak didiknya tanpa terlewati dan melaporkan dalam bentuk portofolio dan pengamatan hasil karya.  Ia akan hadir ke sekolah lebih awal daripada anak-anak didiknya, agar ia bisa lebih mempersiapkan segala sesuatunya saat mengajar dengan baik. Ia juga bijak dalam menjaga kondisi tubuh, menghindari tidur terlalu larut malam dan mengatur pola istirahat dengan baik.

4.  PROFESIONAL
a.  Fleksibel
Ia luwes dalam mengajar, dapat memahami kondisi anak didik, cara belajar, serta mampu mendekati anak didik melalui berbagi cara sesuai dengan cara belajar mereka
b.  Respek
Ia menghormati apapun keunikan setiap karakter anak didik agar dapat menumbuhkan rasa percaya diri mereka bahwa mereka mampu
c.   Cekatan
Anak anak sangat dinamis, aktif, cekatan dan suka berpetualang. Kondisi ini perlu diimbangi sebagai pengajarnya, ia  harus mampu bertindak sesuai kondisi yang ada
d.  Optimis
Ia percaya diri akan kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik kearah yang lebih baik  melalui proses interaksi pendidi-anak didik yang menyenangkan akan menumbuhkan karakter yang sama.
e.  Insiratif
Ia harus dapat menemukan banyak ide dari hal hal yang baru dan lebih memahami informasi  informasi terbaru yang nantinya menjadikan sebuah pengetahuan bagi anak didiknya.
f.   Disiplin
Mencakup banyak hal seperti disiplin waktu (tidak terlambat ke sekolah dll) , disiplin ilmu (rutin masuk sekolah dll), disiplin administrasi (pembuatan RPPM,RPPH,Penialain dll) dan disiplin agama (pendekatan diri kepada ALLAH dll) yang nantinya akan ditiru oleh anak didik kita sehingga ada pemahaman yang kuat tentang pentingnya disiplin.
g.  Responsif
Ia akan cepat tanggap terhadap perubahan perubahan yang terjadi, baik pada anak didik, budaya, social, ilmu pengetahuan, tehnologi dll
h.  Empati
Ia dituntut memiliki kesabaran lebih dalam memahami keberagaman bahwa setiap anak memiliki beragam karakter yang berbeda beda, cara belajar, dan proses pemahaman maupun penerimaan  setiap materi kegiatan.
i.   Friend
Ia mampu memposisikan anak didik sebagai teman yang nantinya akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekedar hubungan guru dan murid sehingga anak anak akan lebih mudah beradaptasi  dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

5.  MENDAPAT  DUKUNGAN KELUARGA ATAU ORANG TERDEKAT
                 Seberapapun hebatnya seorang Pendidik, tapi tanpa dukungan keluarga maka akan di dapat sebuah keniscayaan. Coba bayangkan jika kita melakukan sebuah pekerjaan rutin tapi orang orang terdekat kita sama sekali tidak memberikan dukungan yang positif. Saat mau berangkat, belum belum sudah di cemberuti suami atau mungkin orang tua bagi yang masih single . Padahal tidak hanya kesiapan fisik saja yang di butuhkan seorang Pendidik tapi ketenangan batin saat kita mau memulai aktifitas mengajar yang  sangat dibutuhkan oleh seorang pendidik.

             Menjadi seorang pendidik bukan hanya merupakan pekerjaan sampingan    yang hanya sekedar mengisi kesibukan di waktu luang. Menjadi Pendidik Anak Usia Dini merupakan misi kemanusiaan dimana pendidik akan belajar bagaimana memanusiakan manusia dan belajar menjadi manusia yang berkwalitas yang selalu mengikuti perkembangan jaman dengan belajar dan terus belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar